Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Lain - lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain - lain. Tampilkan semua postingan

Rainbow Crazy :)

Shania, aku, Ruth, dan Yuhana
 
Aku dan Putri

 Putri, aku dan Ruth

All Friends
















 
Me








http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Contoh Resensi Buku

Judul          : Bahasa Indonesia untuk SMP /
                      MTs kelas IX
Penulis       : Atikah
                      Yuwono
                      Suhartanto
Penerbit     : Pusat Perbukuan (Departemen
                      Pendidikan Nasional)
Cetakan     : Jakarta, Juli 2008
Tebal           : viii, 194 Halaman


Jika kita mendengar kata bahasa mungkin yang terbesit dalam benak kita adalah mudah. Namun, kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan. Untuk itu, Departemen Pendidikan Nasional menerbitkan beberapa buku, yang salah satunya adalah Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas IX yang ditujukan agar siswa lebih terampil berbahasa Indonesia dan mengapresiasi berbagai karya sastra. Di kelas IX SMP/MTs siswa akan mempelajari aspek – aspek berbahasa Indonesia yang meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis serta belajar mengapresiasi karya sastra. Materi yang disajikan telah disesuaikan dengan kurikulum yang harus diterapkan untuk siswa kelas IX SMP/ MTs.
     Buku ini dikemas secara sederhana dan menarik serta memaparkan teori – teori yang dipelajari di kelas IX SMP/MTs. Oleh karna itu, kita dapat memahami isi di dalamnya seperti memahami dialog interaktif, menganalisis unsyur syair, memusikalisasikan puisi, membaca memindai Indeks buku, menyuting karangan, menulis cerpen, memahami / menulis teks pidato, menulis karya ilmiah, memahami novel, meresensi buku pengetahuan, dan sebagainya dengan mudah. Selain itu semua aspek berbahasa Indonesia yang dipelajari di kelas IX telah tercakup secara terperinci dalam buku ini.
Buku ini menyajikan meteri yang lengkap dan banyak sesuai dengan kehidupan, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Buku ini pun dilengkapi dengan peta konsep, rangkuman, latihan soal per bab, glosarium, daftar isi, dan daftar pusaka yang membuat kita menjadi lebih mudah untuk memahami buku ini. Buku ini juga memiliki kualitas yang baik sehingga tahan lama dan tidak mudah robek.
Namun, kelemahan buku ini terdapat pada banyaknya tulisan, dan hanya memiliki 3 warna saja, yaitu hitam, putih, dan biru yang memberi kesan pertama menjadi tidak menarik. Padahal penyajian gambar dan tulisan yang berwarna dapat meningkatkan daya tarik buku terseput. Isi dalam buku ini sudah lengkap. Meskipun contoh – contoh soal per bab dalam buku ini masih sedikit, sehingga membuat pembaca mengalami kesulitan.
     Terlepas dari semua itu, buku ini sangat dibutuhkan khususnya untuk siswa kelas IX SMP/MTs untuk dapat memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, secara lisan maupun tulisan. Buku ini membuat pembaca menjadi lebih kreatif dan berwawasan luas. Pembaca juga akan menyukai buku ini, karna banyak informasi yang belum kita ketahui sebelumnya dan bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari.

http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ada Setan di Kampus gue! (Part 2)

3. Universitas Indonesia (UI)
    Hantu Wanita Berbaju Merah

"Perasaan aku mulai gak enak, bulu kudukku langsung berdiri. Tanpa babibu, aku langsung ngacir sekencang-kencangnya."

Hantu merah terkenal di UI Depok. Konon, dia mahasiswa angkatan 96 yang meninggal di depan pintu masuk utama kampus setelah di perkosa oleh lima pemuda berandalan di gerbang tak jauh dari tulisan "Selamat Datang di Kota Depok". Penampakan juga sering terjadi di sekitar fakultas teknik. Bahkan stadion teknik yang dikenal mahasiswa UI sebagai tempat paling angker dan paling sering terlihat hal-hal gaib, sampai mahasiswa yang akan lewat jalur itu setelah jam 6 sore harus menunggu teman-temannya karena gak berani jalan sendirian.

4. Universitas Indonesia (UI), Salemba
     Hantu Tentara Jepang dan Suster Belanda

  
Kampus FK UI di Salemba, Jakpus, ini tergolong kampus paling angker.Gimana enggak kampus ini dulunya adalah sekolah kedokteran sekaligus rumah sakit pada zaman perang revolusi melawan Belanda tepatnya tahun 1919. Melihat sejarahnya yang panjang dan penuh intrik perang, bisa dibayangkan betapa angkernya kampus ini. Konon hantu yang paling terkenal adalah hantu suster belanda bernama Anna. Adapula kisah hantu tanpa kaki dan kepala yang konon adalah korban tahun 1940an dan hantu ijoniwo, tentara Jepang yang mati tragis karena keracunan. Pokoknya banyak hantu gentayangan di kampus yang sudah berusia 90 tahun ini. Pada malam-malam tertentu, katanya sering terdengar suara-suara aneh di ruang laboratorium biologi walaupun jelas pada jam 1 malam gak ada mahasiswa yang belajar dan praktek disana. Sering juga terdengar percakapan dua atau tiga orang dalam bahasa belanda di kelas-kelas tertentu di atas pukul 10 malam. Di gedung kelas yang pernah menjadi ruang penyimpanan mayat di belakang kampus sering terdengar tangisan wanita.



http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ada Setan di Kampus gue! (Part 1)

Cerita hantu juga ternyata populer di komunitas kampus yang katanya intelek, rasional, dan ilmiah itu. Menurut informasi yang gue liat di Majalah CampusLife ada 4 kampus yang katanya paling angker di Jawa. Lebih seru lagi beberapa hantu bahkan sudah melegenda dan mempunyai nama panggilan. Gak percaya? Simak aja cerita - cerita sereem, dibawah ini....

1. Universitas Tarumanegara (Untar)
    Geger hantu tanpa kepala
    Anak Untar mostly pasti tau cerita yang satu ini, kisah hantu wanita berambut panjang yang suka mencopot kepalanya sendiri ini, sudah melegenda di kampus Untar sejak tahun 80an. Hantu ini sering nongol terutama kalau hujan dan tiba - tiba suka pinjam sisir, kalau dikasih pinjem langsung deh dia mencopot kepalanya sambil tangan kanannya menyisir rambutnya. Ada juga yang bilang, si hantu gak langsung minjem sisir tapi suka langsung aja copot kepalanya. Sering muncul di depan lift lantai 1, katanya sih, si hantu adalah mantan mahasiswa tahun 70an yang meninggal tanpa alasan yang jelas. Hantu yang katanya namanya Sinta ini sudah banyak dilihat oleh mahasiswa. Hmm better watch your back when you take the lift next time, hehehe....

2. Universitas Nasional (Unas)
    Hantu bernama Noni
    Alkisah ada seorang cewek yang meninggal di sekitar Unas, cewek yang bernama Noni itu meninggal menjelang pernikahan yang katanya tinggl 2 minggu lagi. Noni sering menggangu mahasiswi kampus Unas. Setelah pukul 6 dia sering menampakan diri di toilet putri, berdiri dengan pandangan kosong dan hampa tanpa suara.Seorang mahasiswi baru konon pernah pingsan melihat si Noni, kabarnya, waktu itu dia lagi merias wajahnya tiba - tiba persis di sampinnya si Noni berdiri sambil melototin mahasiswi baru tadi seakan ingin merogoh make - up nya, maklum Noni harusnya jadi pengantin, mungkin dia mati penasaran!

3. Universitas Indonesia
    Hantu wanita berbaju merah
    Malah mahasiswa baru FE UI menceritakan kisahnya kepada majalah CampusLife, "sebagai mahasiswa baru aku memang baru menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus UI Depok yang lumayan besar ini. Ketika waktu itu jam 8.30 malem, gak tahan ke kamar mandi, dijalan meuju FE aku langsung masuk toilet di gedung A, bersebrangan dengan kantor lembaga demografi didalam ada 2 bilik yang satu rusak, yang satu lagi tertutup, terpaksa aku menunggu sampai ada yang keluar, tak lama terdengar suara air mengalir di toilet, aku langsung ambil ancar - ancar siap masuk ke bilik, tapi kok gak ada yang keluar, setelah itu tetap gak ada yang keluar. Aku nekat mengetuk pintu, tetap gak ada yang keluar, akhirnya aku masuk ke bilik yang rusak, setelah selesai buang air, baru mau cuci tangan di wastafel tiba- tiba seorang wanita berbaju merah keluar dari bilik tadi keluar dari toilet tadi berdiri pas dibelakang aku. Padahal wastafel di samping gak ada yang pake, perasaanku mulai gaenak dan......................"

To be continue guys
http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hasil Karya

Dan Inilah hasil karya gue, yaaa bagus gak bagus yang menting hasil sendiri deh hahaha. Enjoy it kawaan! :)

 Gambar Sepatu


 Gambar Guci


Gambar Poster


 Gambar Nama


 Gambar Pemandangan









http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semua Akan Indah Pada Waktunya (Part3)



     Tekadku sudah bulat, aku harus segera menjauh dari sosok Rani, jujur saja aku tidak mau sekelas lagi dengannya, bukan karena aku benci padanya, tapi karena setiap melihatnya dadaku terasa sakit sekali. Jika aku menjauh dari Rani, itu artinya aku harus siap kehilangan kelima sahabatku yang lain, yang memang aku sayangi dan berarti bagiku. Akhirnya aku pun majauh dari mereka. Kita pun menganal kata lupa dan melupakan. Begitulah nasib perkenalan GOLD memalui jembatan pertemuan di Acara Pensi, Peringatan Hari Ulang Tahun Sekolah. Kita merasa hanya berkepentingan dengan dunia kita sendiri. Kita sempat asing satu sama lain. Jika kebetulan bertatap muka, yang diproses dalam ingatan kita hanyalah “Aduh… siapa yaaaa? Kaya pernah liat, pernah deket, cuman kapan? Dimana?” Dan cukup. Bahkan kita tidak berkepentingan memberi jawaban atas pertanyaan itu.
Aku pun bertemu dengan sahabat – sahabat baruku yang memberi angin segar yang dan tak kalah super jika dibandingkan dengan mereka. Mereka yang bisa membuat aku tersenyum dan ceria kembali.
Terlebih lagi aku mendengar kabar perilaku Rani yang semakin menjadi – jadi  dan mulai banyak yang tidak suka dengan perilakunya. Seketika aku kaget, satu persatu anggota GOLD mulai ikut menjauh dari Rani, dan sepertinya GOLD malah menjadi benar - benar hancur, tapi sejujurnya aku merasa sedikit lega, karena syukur jika memang mereka semua mengetahui siapa yang benar – benar jahat.
Tak sengaja, aku, Lila, Lesya, dan Paras bertemu berbarengan. Sayang sekali waktu itu Timeh sedang tidak masuk. Tiba – tiba Paras memeluk erat tubuh Lila.
“Lil, maafin aku Lil, maafin aku,” katanya sambil memangis seseggunkkan.
“Iya Ras, aku ngerti kok,” jawab Lila dengan lembut.
“Maafin aku Lil, aku menjauh dari kamu bukan karena aku benci padamu, tapi karena aku tidak ingin merusak kebahagian kamu dengan Rani, sementara aku tidak bisa bersikap biasa dengannya karena kejadian masa lalu aku dengannya, jadi lebih baik aku yang mengalah,” ucap Paras berderai air mata.
Ya, Rani dan Paras pernah terlibat konflik dengan Bagas. Paras pernah suka dengan Bagas disaat Mutia dan Bagas sudah putus. Hingga akhirnya Paras merelakan Bagas hanya untuk menjaga persahabatan kami. Mungkin, Paras baru sadar dan sakitnya baru terasa saat – saat ini.
“Ya, kalau aku sih menjauh dari dia karena… Hem… sudahlah, aku sudah malas membahasnya,” jawab Lesya dengan muka murung.
Kita semua pun tertawa. Ini sedikit mencairkan suasana. Aku merasa saat itu adalah saat yang tepat untuk aku menjelaskan kepada mereka mengapa dulu aku tiba – tiba menjauh dari mereka.
Aku pun memberanikan diri untuk menjelaskannya “Kalau aku, heemmm… maaf aku tidak terima dulu dibilang munafik, maafkan aku,”
Akhirnya kami pun berpelukkan dan saling memaafkan. Kalau yang aku tahu tentang Rano sih, katanya dia tidak mau mejilat ludahnya sendiri, sejujuenya Lesya, Paras, Timeh, dan aku pun sudah malas dengannya, untuk memaafkannya mungkin iya, tapi untuk kembali bersahabat dengannya mungkin sudah tidak bisa lagi, entahlah, biarkan waktu saja yang mejawab. Kami pun bertekad untuk kembali menata persahabatan kami yang sempak karenanya.
Sejak saat itu pula aku mengerti satu hal ‘Hidup itu sederhana, pilih dan jangan pernah menyesalinya.’
***

http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semua Akan Indah Pada Waktunya (Part2)




Aku pun pulang cepat – cepat ke rumah, aku benar – benar lelah, lelah akan keadaan. Sesampainya di rumah aku duduk di teras depan, hujan deras mengguyur kota Jakarta, hujan ini seperti mewakili perasaan ku saat ini.
“Gimana Dek? Apa masalahnya sudah selesai?” tanya kakaku yang datang secara tiba – tiba.
“Sudah Kak,” jawabku secara singkat.
“Sepertinya, ada yang tidak beres darimu, ada apa De?” tanyanya.
“Aku baik – baik saja Kak,” kataku sambil tersenyum. Ya lebih tepatnya senyum palsu untuk menutupi perasaanku.
“Kakak Kenal kamu tidak setahun dua tahun, De. Kaka yakin betul kalau saat ini sedang ada yang mengganjal perasaanmu. Apa perilakumu ini ada kaitan nya dengan masalah persahabatanmu?” tanyanya dengan penuh kelembutan.
            “Hatiku sakit Kak, benar – benar sakit. Mereka menuduhku, aku telah menjadi orang munafik. Tapi sejujurnya, aku tidak terima dibilang seperti itu olehnya, hatiku berontak Kak,” jawabku sambil kembali meneteskan air mata.
            “Loh kok? Seperti itu?” tanyanya.
            “Aku tak mengerti Kak,” jawabku.
“Apa sebelumnya……. kalian pernah punya masalah?” tanyanya.
            “Masalah apa yah?  Apa karna aku jadian sama Adit?” jawabku.
            “Lho? Kamu yang jadian, dia yang marah? Apa jangan – jangan, Adit itu mantannya Rani?” tanyanya.
            “Ya memang kenyataannya seperti itu Kak.” jawabku
            “Serius? Ceritain  lebih lanjut deh, Kaka rasa sih ada kaitannya dengan itu” pintanya.
“Jadi gini Kak. Saat aku kelas VIII, Rani dan Lila seperti mau nyomblagin aku sama orang yang aku suka, dan saat itu aku sedang suka dengan Adit. Dia sekelas denganku dulu, tapi kan aku tidak dekat dengannya, tau nomernya aja engga, dan aku lihat sih dia  orangnya juga tertutup. Akan tetapi Rani tetap meyakinkanku kalau memang dia akan berhasil nyomblangin aku dengannya,” aku menarik nafas. “Lama - kelamaan, aku mulai merasakan hal yang aneh. Sepertinya Adit suka dengan Rani, begitupun dengannya. Terlihat sekali perbedaan respon dari Adit ke aku, dan dari Adit ke Rani, hal itu semakin membuat aku yakin kalau memang sudah timbul benih – benih cinta diantara mereka. Aku juga nelihat isi dari sms mereka,” jawabku panjang lebar.
“Terus – terus, mereka jadian?” tanyanya penasaran.
“Ya begitudeh,” jawabku secara singkat.
“Ih kok bisa? Dia mengkhianati kamu dong?” tanyanya.
“Dulu aku tak mnegerti itu Kak. Lagipula, saat mereka jadian aku sudah tidak punya rasa lagi dengan Adit. Jadi aku tidak mempermasalahkan hal itu,” jawabku”
“Tunggu dulu, bukannya kamu pernah cerita sama Kaka, kalau dulu Rani pernah jadian sama Bagas kalau tidak salah, karena tadinya dia ingin menyomblangkan sahabatmu Lila? “ tanyanya.
“Iya, Kak. Memang kenapa?” jawbaku.
“Kenapa dulu masih minta comblagin coba? Udah tau dia seperti itu. Kalau begitu dari sini saja seharusnya Adikku ini sudah bisa melihat kelakuan Rani yang sebenarnya.” tuturnya.
Tiba – tiba saja otakku mencerna semua perkataan Kakaku itu, dan entah mengapa aku setuju denganya. Aku juga baru sadar, kalau  memang dialah yang jahat, dialah yang seharusnya intropeksi diri.
            “Sepertinya aku setuju dengan Kakak. Terlebih aku tahu alasan Rani mutusin Adit dulu itu karna dia suka lagi dengan Bagas, mantannya itu. Setelah sehari putus, besoknya jadian lagi deh sama Bagas. Saat aku mulai dekat lagi dengan Adit, disitulah awal diriku mulai kesal dengannya, alasan yang pertama aku sedih mendengar perlakuan Rani ke Adit saat mereka pacaran, yang kedua… Heeeemm… sejujurnya aku cemburu Kak” seketika hening. “Tapi Kakak juga harus tau saat itu Rani juga sedang terlibat konflik dengan Bagas, yang melibatkan kami para sahabatnya. Yang  lebih buruk lagi, tidak seorang pun diantara GOLD yang membela Rani,” jelasku.
            “Nah, semakin terlihat jelaskan kelakuan dia yang sebenernya.” jelas kakaku dengan tegas.
            Aku kembali berfikir, benar juga yang dikatakannya. Berarti waktu itu aku bodoh sekali karna rela dimusuhin Lila, Paras, Lesya, dam Timeh, hanya untuk membelanya. Memang setelah itu aku kesal dengannya, itu semua juga karna kelakuan dia yang tidak bisa berubah. Aku pun bingung, entah mengapa aku tidak bisa menunjukkan ketidaksukaanku kepadanya, dan akhirnya tertuduhlah kata  Devil Bertopeng Angel itu kepadaku.  Tiba- tiba rasa sakit itu pun kembali menghantuiku.
            “Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang, Kak?” tanyaku pasrah.
            “Jauhin Rani! Percaya sama Kakak, itu yang terbaik.” jawabnya dengan  penuh pengertian.
***
http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS